Deiyai Berduka: Natal Dinodai Darah, Peluru Aparat Renggut Nyawa Pemuda

Jumat, 5 Desember 2025 - 06:19 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Deiyai, 03/12/2025 – Di tanah Deiyai yang seharusnya merayakan kelahiran Sang Juru Selamat, Natal tahun ini dinodai darah. Seorang pemuda Deiyai meregang nyawa di tangan aparat kepolisian, menyisakan luka menganga di hati keluarga dan seluruh masyarakat. Damai Natal yang diimpikan, kini berganti jerit tangis dan amarah, pada 03 Desember 2025 di Mogoketeiyo, deiyai, Papua Tengah.

Yanuarius Pekei, pemuda harapan keluarga, meregang nyawa setelah peluru aparat menembus tubuhnya. Di usianya yang masih muda, ia menyimpan sejuta impian dan harapan untuk membangun Deiyai yang lebih baik. Namun, impian itu kandas seketika, dirampas oleh kebrutalan aparat yang seharusnya melindungi.

“Anak saya tidak bersalah! Dia hanya ingin merayakan Natal dengan damai. Mengapa mereka membunuhnya?
“Natal tahun ini adalah Natal terkelam dalam hidup kami. Kebahagiaan kami dirampas, diganti dengan kesedihan yang tak terperi.”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tragedi ini bukan hanya sekadbar insiden kriminal biasa. Ini adalah bentuk ketidakadilan yang Sistematis dan Terstruktur, yang terus menghantui masyarakat Papua. Aparat kepolisian, yang seharusnya menjadi pengayom dan pelindung, justru menjadi momok yang menakutkan.

Mereka menuntut agar pelaku penembakan segera diadili dan dihukum seberat-beratnya. Mereka juga menuntut agar pemerintah pusat dan daerah segera mengambil tindakan tegas untuk menghentikan pelanggaran HAM di deiyai.

Kami ingin Natal yang damai, Natal yang aman, Natal yang bebas dari rasa takut dan Intimidasi.

Natal di Deiyai tahun ini adalah Natal yang berlumuran air mata dan darah. Namun, di tengah kesedihan dan amarah, semangat perlawanan dan harapan akan keadilan tetap menyala.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kesaksian Bapak Ateng Edowai, S.Pd.K., M.Pd: Hidup Penuh Lika-Liku, Tetap Disertai Campur Tangan Tuhan.
Ibadah Syukur Ulang Tahun Bapak Ateng Edowai ke-56 Dirumahnya, Khotbah ‘Diangkat Umur, Dijaga Tuhan’ dari Mazmur 121
Harga Daging Babi di Pasar Karang Nabire Melonjak, Warga Mengeluh.
Jangan Tunda Masalah Sampai Januari, Pendeta Yulianus Anouw: Selesaikan Semua Dalam Bulan Natal untuk Kedamaian Tahun Baru.
Khotbah Pendeta Yulianus Anouw di Efata Nabire (Mazmur 126:1-6): Natal Sebagai Sukacita Abadi.
Warga Adat Nabire Peringati Hari Noken Sedunia, Tegaskan Pelestarian Budaya Lokal.
Ketua Klasis Nabire Pdt. Mordekai Oila Tahbiskan Rumah Pastori Edoutou
IKB Nabire Telah melakukan Pengecekan Alat-alat Dapur dan Kesiapan Naik.
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 Desember 2025 - 10:54 WIT

Kesaksian Bapak Ateng Edowai, S.Pd.K., M.Pd: Hidup Penuh Lika-Liku, Tetap Disertai Campur Tangan Tuhan.

Selasa, 30 Desember 2025 - 10:29 WIT

Ibadah Syukur Ulang Tahun Bapak Ateng Edowai ke-56 Dirumahnya, Khotbah ‘Diangkat Umur, Dijaga Tuhan’ dari Mazmur 121

Rabu, 24 Desember 2025 - 02:22 WIT

Harga Daging Babi di Pasar Karang Nabire Melonjak, Warga Mengeluh.

Minggu, 14 Desember 2025 - 11:07 WIT

Jangan Tunda Masalah Sampai Januari, Pendeta Yulianus Anouw: Selesaikan Semua Dalam Bulan Natal untuk Kedamaian Tahun Baru.

Minggu, 14 Desember 2025 - 11:03 WIT

Khotbah Pendeta Yulianus Anouw di Efata Nabire (Mazmur 126:1-6): Natal Sebagai Sukacita Abadi.

Berita Terbaru