Deiyai , 25/11/2026 – Sengketa tapal batas di Distrik Kapiraya, Kabupaten Deiyai kembali pecah pada Senin, 24 November 2025, mengakibatkan seorang warga tewas dan beberapa lainnya mengalami luka-luka serius.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Neles Peuki, yang ditemukan tewas di lokasi kejadian dengan kondisi jasad yang dibakar. Sementara itu, Nelius Peuki dilaporkan kritis akibat terkena panah dan saat ini sedang menjalani perawatan intensif di RS Madi.
Selain Nelius Peuki, beberapa warga lainnya juga mengalami luka-luka dan sedang mendapatkan perawatan medis. Berikut adalah daftar nama korban yang berhasil diidentifikasi:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
1. Nelius Peuki (luka panah, kritis, dirawat di RS Madi)
2. Isak Anouw (luka parang, dirawat di RS Madi)
3. Neles Peuki (meninggal dunia, jasad dibakar)
4. Menase Dimi (luka panah, belum mendapat penanganan medis, berada di Mogodagi)
5. Aten Anouw (luka kartapel di kepala, belum mendapat penanganan medis, berada di Mogodagi)
6. Yulianus Goo (luka kartapel di kepala, belum mendapat penanganan medis, berada di Mogodagi)
7. Yulian Goo (luka kartapel di kepala, belum mendapat penanganan medis, berada di Mogodagi)
Menurut informasi yang dihimpun, beberapa korban yang berada di Mogodagi belum mendapatkan penanganan medis yang memadai akibat keterbatasan akses dan tenaga kesehatan.
Hingga saat ini, belum ada penanganan serius dari Eksekutif dan Legislatif terjadinya sengketa tapal batas tersebut. Namun, situasi di Kapiraya dilaporkan masih tegang dan berpotensi memicu konflik susulan.
Pemerintah deiyai, DPRD dan aparat keamanan serta tokoh – tokoh yang ada diharapkan segera mengambil langkah-langkah cepat dan efektif untuk meredam situasi, memberikan bantuan medis kepada para korban, serta menyelesaikan sengketa tapal batas secara adil dan berkelanjutan.






