Nabire, 04/12/2025 – Sejumlah warga adat di Nabire menggelar aksi peringatan Hari Noken Sedunia di Pasar Karang Nabire, Papua Tengah. Mereka memegang spanduk besar bertuliskan, “MASYARAKAT ADAT MEMPERINGATI HARI NOKEN SEDUNIA 04/12/2012 – 2025”.
Dalam aksi tersebut, warga adat yang sebagian besar mengenakan pakaian tradisional seperti Koteka dan anyaman Moge menunjukkan rasa hormat terhadap warisan budaya Papua. Mereka ingin menegaskan pentingnya pelestarian noken sebagai bagian dari identitas dan budaya masyarakat adat.
Andi Douw, penanggung jawab mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran generasi muda tentang pentingnya melestarikan noken sebagai warisan budaya dunia. “Noken bukan hanya sekadar tas, tapi juga merupakan simbol identitas, sistem sosial, dan budaya masyarakat adat Papua. Sebagai masyarakat adat, kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan memperkenalkan noken kepada dunia,” ujar Andi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga budaya dan tradisi lokal, khususnya noken, yang telah menjadi simbol identitas masyarakat Papua selama berabad-abad.
Simon Degei, korlap dari salah satu mahasiswa yang terlibat, menambahkan bahwa aksi ini juga menjadi wadah untuk mempromosikan ekonomi kreatif berbasis budaya. “Banyak mahasiswa yang sudah mulai mempelajari cara membuat noken modern tanpa meninggalkan nilai tradisionalnya. Kami berharap hal ini bisa menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat adat dan generasi muda,” jelas Simon.
Sebagai bentuk aspirasi terhadap perlindungan budaya adat dan penolakan terhadap modernisasi yang mengancam keberlangsungan budaya lokal.
Aksi ini dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat adat Nabire dan menjadi momentum untuk mengingatkan generasi muda akan pentingnya melestarikan warisan budaya Papua secara berkelanjutan.






