Deiyai, 17/11/2025 – SD YPPGI Bomou menjadi sorotan karena inisiatifnya dalam melestarikan warisan budaya Papua melalui penggunaan noken asli oleh seluruh murid dan guru. Noken, tas tradisional Papua yang terbuat dari serat kayu atau daun, bukan hanya sekadar aksesori, tetapi juga simbol identitas dan kebanggaan masyarakat Papua.
Kepala Sekolah SD YPPGI Bomou, Yonas Kotouki, S.Pd., M.Pd, menjelaskan bahwa ide ini muncul sebagai upaya untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sejak usia dini. “Kami ingin anak-anak kami bangga dengan identitas mereka sebagai orang Papua. Noken adalah bagian penting dari budaya kita, dan kami ingin mereka terus melestarikannya,” ujarnya Yonas Kotouki
Setiap hari, murid-murid dan guru di SD YPPGI Bomou datang ke sekolah dengan noken yang beragam. Ada yang berwarna cerah dengan motif tradisional, ada juga yang polos namun tetap menawan. Noken-noken ini digunakan untuk membawa buku, alat tulis, dan perlengkapan sekolah lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah seorang ibu guru Demiance.W. Madai, S.Pd, menambahkan bahwa penggunaan noken juga membantu meningkatkan semangat belajar siswa. “Ketika mereka memakai noken, mereka merasa lebih dekat dengan budaya mereka. Ini memberikan mereka semangat dan motivasi untuk belajar lebih giat,” katanya Demiance.
Inisiatif SD YPPGI Bomou ini mendapat dukungan penuh dari masyarakat setempat. Banyak orang tua yang merasa senang karena anak-anak mereka semakin mencintai budaya Papua. Mama Delina, salah seorang wali murid, mengatakan, “Saya sangat bangga dengan sekolah ini. Mereka tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga melestarikan budaya kita.”
Dengan berbagai upaya ini, SD YPPGI Bomou berharap dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain dalam melestarikan warisan budaya. Noken bukan hanya sekadar tas, tetapi juga simbol identitas, kebanggaan, dan semangat untuk terus belajar dan berkarya.






