Murid dan Guru SD YPPGI Bomou Lestarikan Warisan Budaya dengan Noken Asli.

Senin, 17 November 2025 - 11:19 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Deiyai, 17/11/2025 – SD YPPGI Bomou menjadi sorotan karena inisiatifnya dalam melestarikan warisan budaya Papua melalui penggunaan noken asli oleh seluruh murid dan guru. Noken, tas tradisional Papua yang terbuat dari serat kayu atau daun, bukan hanya sekadar aksesori, tetapi juga simbol identitas dan kebanggaan masyarakat Papua.

Kepala Sekolah SD YPPGI Bomou, Yonas Kotouki, S.Pd., M.Pd, menjelaskan bahwa ide ini muncul sebagai upaya untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sejak usia dini. “Kami ingin anak-anak kami bangga dengan identitas mereka sebagai orang Papua. Noken adalah bagian penting dari budaya kita, dan kami ingin mereka terus melestarikannya,” ujarnya Yonas Kotouki

Setiap hari, murid-murid dan guru di SD YPPGI Bomou datang ke sekolah dengan noken yang beragam. Ada yang berwarna cerah dengan motif tradisional, ada juga yang polos namun tetap menawan. Noken-noken ini digunakan untuk membawa buku, alat tulis, dan perlengkapan sekolah lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah seorang ibu guru Demiance.W. Madai, S.Pd, menambahkan bahwa penggunaan noken juga membantu meningkatkan semangat belajar siswa. “Ketika mereka memakai noken, mereka merasa lebih dekat dengan budaya mereka. Ini memberikan mereka semangat dan motivasi untuk belajar lebih giat,” katanya Demiance.

Inisiatif SD YPPGI Bomou ini mendapat dukungan penuh dari masyarakat setempat. Banyak orang tua yang merasa senang karena anak-anak mereka semakin mencintai budaya Papua. Mama Delina, salah seorang wali murid, mengatakan, “Saya sangat bangga dengan sekolah ini. Mereka tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga melestarikan budaya kita.”

Dengan berbagai upaya ini, SD YPPGI Bomou berharap dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain dalam melestarikan warisan budaya. Noken bukan hanya sekadar tas, tetapi juga simbol identitas, kebanggaan, dan semangat untuk terus belajar dan berkarya.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kepala Sekolah dan Guru SD YPPGI Yaba Siapkan Penampilan Rambut Anak Didik Jelang Kegiatan Sekolah.
STT Walter Post Kampus II Nabire Lepas Lebih dari 35 Peserta Praktek ke Tiga Kabupaten di Papua Tengah
Suasana Hangat Usai Natal Sekolah, Kelas IC Foto Bersama Sebagai Kenangan Indah
Bupati Melkianus Mote Serahkan Kado Natal ke SD YPPGI Yaba, Kepala Sekolah Langsung Bagikan Anak Muridnya.
Biaya Pagar Tembok SDN 02 Nabire Ditetapkan: Anak Tunggal Rp 250 Ribu, Bersaudara Rp 200 Ribu .
Guru Kelas 1C SD Negeri 02 Nabire, Ibu Aprilia Kristin Inden, Bagikan Raport Serta Umumkan Tambahan Waktu Belajar kepada anak muridnya.
STAK Nabire Lahirkan 220 Sarjana Theologi di Wisuda XIII
Lulusan Terbaik STAK Nabire, Buktikan Kualitas Pendidikan Tinggi di Papua Tengah
Berita ini 87 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 01:38 WIT

Kepala Sekolah dan Guru SD YPPGI Yaba Siapkan Penampilan Rambut Anak Didik Jelang Kegiatan Sekolah.

Kamis, 26 Februari 2026 - 10:58 WIT

STT Walter Post Kampus II Nabire Lepas Lebih dari 35 Peserta Praktek ke Tiga Kabupaten di Papua Tengah

Rabu, 17 Desember 2025 - 00:30 WIT

Bupati Melkianus Mote Serahkan Kado Natal ke SD YPPGI Yaba, Kepala Sekolah Langsung Bagikan Anak Muridnya.

Kamis, 11 Desember 2025 - 04:53 WIT

Biaya Pagar Tembok SDN 02 Nabire Ditetapkan: Anak Tunggal Rp 250 Ribu, Bersaudara Rp 200 Ribu .

Kamis, 11 Desember 2025 - 01:45 WIT

Guru Kelas 1C SD Negeri 02 Nabire, Ibu Aprilia Kristin Inden, Bagikan Raport Serta Umumkan Tambahan Waktu Belajar kepada anak muridnya.

Berita Terbaru