Deiyai , [30/10/2025] – Bupati Deiyai, Melkianus Mote,ST , bersama sejumlah kepala OPD dan anggota DPRD Kabupaten Deiyai, terbang ke Timika guna membahas dan mencari solusi terkait permasalahan tapal batas wilayah di Kabupaten Mimika. Menyatakan komitmennya untuk membantu meluruskan permasalahan tapal batas antara Kabupaten Deiyai dan Mimika .
Hal ini disampaikan dalam kunjungan kerja ke Timika pada tanggal 30 untuk meninjau di wilayah tersebut.
“ Kami menyadari bahwa persoalan tapal batas ini telah berlarut-larut dan menimbulkan ketidakpastian bagi masyarakat di wilayah perbatasan. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk menyelesaikan masalah ini secara Musyawarah mufakat dan mengedepankan kepentingan masyarakat,” ujar Bupati Mote.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai aspek terkait tapal batas, termasuk data historis, peta wilayah, serta aspirasi masyarakat dari kedua kabupaten. DPRD Deiyai juga menyatakan dukungannya penuh terhadap upaya penyelesaian tapal batas ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“ Kami dari DPRD siap mendukung penuh langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah daerah untuk menyelesaikan persoalan tapal batas ini. Kami berharap, dengan adanya kejelasan tapal batas, pembangunan di kedua wilayah dapat berjalan lebih optimal dan tidak ada lagi konflik di kemudian hari ,” kata DPRD Deiyai.
Sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini, Bupati Deiyai Melkianus Mote, ST, akan membentuk tim khusus yang bertugas untuk melakukan verifikasi data dan informasi terkait tapal batas. Tim ini juga akan melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah Mimika serta pihak-pihak terkait lainnya untuk mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan.
“ Kami berharap, dengan kerja sama yang baik antara pemerintah daerah, DPRD, tokoh masyarakat, dan seluruh pihak terkait, persoalan tapal batas ini dapat segera diselesaikan dan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat di Deiyai dan Timika ,” tambahnya.
Penyelesaian masalah tapal batas ini diharapkan dapat membuka jalan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di kedua kabupaten Deiyai dan Mimika serta menciptakan iklim investasi yang kondusif dua wilayah tersebut.






